Breaking News

Sejarah Kolonialisme Jaman Hindia Belanda (part 13)

Jakarta – Setelah peperangan itu terjadi, di tanggal 21 October 1819 Sultan Badaruddin II mengangkat sang anak menjadi Sultan di Palembang. Pangeran Ratu mendapatkan Gelar nya sebagai Ahmad Najamuddin III.

Maksud dan tujuan pengangkatan Ahmad Najamuddin III adalah agar Sultan Badaruddin II lebih bisa befokus kepada perlawanan terhadap Belanda, Sultan Badaruddin II kala itu langsung memperkuat wilayah pertahanan nya yang sebelumnya ada di area Pulau Kembaro dan Plaju. Sultan Badaruddin II langsung memperkuat pertahanan nya dengan di tambahnya pasukan sebanyak 7000 hingga 8000 pasukan.

Logo KNIL
Archive : WikiPedia

Tidak hanya pasukan yang di tambah, sultan juga memperkuat dengan meriam yang telah di persiapkan pada beberapa titik. Belanda yang kala itu bersiap di bawah pimpinan Hendrik Merkus de Kock yang juga merupakan Komandan KNIL akan melakukan penyerangan kembali di tahun 1821.

KNIL adalah Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger atau biasa kita kenal dengan Tentara Kerajaan Hindia Belanda, KNIL sempat diisi oleh bangsa kita. Antara nya :

  1. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VII
  2. Jenderal TNI (Anm.) Raden Oerip Soemohardjo
  3. Kolonel Inf. (Purn.) Alexander Evert Kawilarang
  4. Jenderal TNI (Anm.) Gatot Soebroto
  5. Jenderal Besar TNI (Purn.) H. M. Soeharto ( Presiden ke 2)
  6. Jenderal TNI (Purn.) Tahi Bonar Simatupang

Perang antara Belanda melawan Palembang pun akan segera berlanjut, dibawah pimpinan De Kock belanda kini menyusun strategi terbaik untuk mengalahkan pertahanan Palembang.

Pada 21 mei, Belanda memasuki kawasan Palembang. Namun kedatangannya langsung mendapat respon dari Meriam yang sudah siap untuk menghadang kedatangan Belanda. Langkah tersebut berhasil membuat Belanda kembali pulang. Akan tetapi, Belanda ternyata hanya membaca situasi pertahanan pasukan Sultan Badaruddin II saat itu.

Di tanggal 24 Juni, Belanda melakukan serangan dadakan yang akhirnya merobohkan pertahanan pasukan Sultan Badaruddin II. Serangan yang dilakukan dadakan itu juga mengakibatkan Sultan Badaruddin II bersama Ahmad Najamuddin III dibawa ke Batavia lalu diasingkan ke Ternate pada Tanggal 3 Juli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *