Breaking News

Sejarah Kolonialisme Jaman Hindia Belanda (part 17)

Jakarta – Pada hari rabu tanggal 20 July 1825 pihak istana mengirim dua senior bupati keraton yang memimpin Belanda – Jawa. Dua bupati yang dikirim bertujuan untuk menangkap Pangeran dan Mangkubumi guna menghindari pepecahan sebelum terjadinya perang.

Pangeran serta keluarga juga pasukannya berhasil kabur melintasi jalur barat melalui Desa Dekso, Kabupaten Kulonprogo. Mereka melanjutkan perjalanan nya hingga akhirnya tiba di Goa Selarong yang terletak 5 Kilometer dari arah barat Bantul.

Goa Selarong,
credit pict : happytour.id

Pangeran Diponegoro juga menjadikan Goa Selarong sebagai sebagai markasnya, sementara itu Raden Ayu Retnaningsih ditempatkan di Goa Putri yang terletak di sebelah timur. Raden Ayu Retnaningsih adalah selir yang setia menemani Pangeran setelah kedua istrinya Wafat.

Pangeran yang memimpin masyarakat jawa, petani hingga golongan priyayi meminta kepada masyarakat untuk menyumbangkan sejumlah uang beserta barang berharga lainnya sebagai dana perang. Pangeran juga memobilisasi para Bandit Professional, hal tersebut juga menjadi kontroversi pada saat itu.

Alasan terjadinya kontroversi dengan para Bandit adalah Karena para kawanan Bandit menyebabkan keresahan yang timbul di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *