Breaking News

Sejarah Kolonialisme Jaman Hindia Belanda (part 9)

Jakarta – Maret tahun 1818 Stamford Raffles tiba di Bengkulu, kedatangannya bertujuan untuk menjadi Gubernur di kota yang dulunya bernama Bencolen.

credit : Google Maps

British Bencolen adalah sebutan Bengkulu kala itu (Bengkulu-Inggris), Wilayah ini adalah wilayah keresidenan milik Perusahaan Hindia Timur Britania (EIC). Perusahaan tersebut ada dari tahun 1685, EIC jugalah yang membangun Benteng Marlborough pada tahun 1714. Datuk lokal yang mengizinkan mereka untuk membangun benteng itu untuk melindungi mereka dari Belanda.

Pembangunan benteng tersebut memakan waktu 5 tahun, selesai pada tahun 1719 benteng ini memiliki luas 44.000 meter2. Ketinggian dinding ini setinggi 8 hingga 8.5m dan ketebelan nya 1.85 hingga 3m, Benteng ini memiliki pertahanan yang baik dan dilengkapi dengan 72 meriam.

Di bengkulu, Raffles mendapatkan tugas yang sangat berat. Pasalnya Bengkulu pada saat itu adalah kota yang hancur akibat gempa bumi berturut-turut, Raffles menggambarkan bahwa bengkulu adalah kota tanpa Roh. Dia pernah menyampaikan bahwa dia tidak pernah dapat membayangkan kota ini adalah kota yang terbengkalai, di iringin dengan rangkaian gempa bumi yang dahsyat sehingga kota tersebut hancur. Dia juga mengatakan bahwa Bengkulu adalah Tanah Mati.

Tekad yang di bangun Raffles langsung segera ia laksanakan demi nama baik Kerajaan Inggris sehingga menimbulkan respon positif pada penduduk.

credit : National Museum Van Wereldculturen

Pada kesempatan kali ini, di bengkulu ia lebih banyak memanfaatkan kepala Adat untuk menjadi pimpinan dan mengurangi peranan Pejabat Inggris. Sementara tindakan Raffles terhadap petani juga sangat berpengaruh untuk petani dikala itu dengan menghapus system Tanam Paksa Lada. Rakyat kala itu langsung merasa lega dengan penghapusan system itu.

Raffles yang berhasil menerapkan system kerjanya berhasil membawa Bencolen menjadi kota yang maju dan makmur, Kondisi tersebut menjadikan tantangan untuk Raffles untuk membangun Ibukota serta system ekonomi yang bisa semakin memajukan keuangan daerah Bencolen. Buah manis pada usaha Raffles akhirnya terlihat ketika “Kota Mati” berubah menjadi Kota yang di banggakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *